CategoriesProgrammingUncategorized

Pengaplikasian Bot Telegram menggunakan PHP : Absensi Sederhana

Telegram merupakan salah satu aplikasi chatting gratis dan memiliki berbagai fitur. Salah satu fitur yang disediakan yaitu Bot. Telegram Bot adalah aplikasi pihak ketiga yang dapat dikontrol menggunakan HTTPS Request ke API Bot yang telah disediakan telegram. Dokumentasi mengenai API Bot dapat dipelajari pada halaman web core telegram.

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia mulai dari awal tahun 2020 sampai sekarang membuat perubahan mekanisme diberbagai sektor. Beberapa sektor yang berdampak adalah mekanisme pendidikan dan pekerjaan. Pada sektor pendidikan yang biasanya secara offline tatap muka di sekolah (luring) menjadi interaktif berbasis online dengan memanfaatkan berbagai platform (daring) yang dilakukan dari rumah. Seperti halnya pendidikan, pada mekanisme pekerjaan pun sama yaitu yang biasanya tatap muka dan melakukan produktifitas di kantor atau yang biasa disebut WFO untuk semua karyawan menjadi produktifitas dilakukan secara interaktif online dari rumah atau WFH untuk sebagian karyawan maupun semua karyawan tergantung pada masing-masing bidang pekerjaan.

Continue reading
CategoriesProgramming

Memahami Synchronous dan Asynchronous dalam Pemrograman

         Pertama kali saya terjun di dunia kerja langsung menghadapi banyak materi yang asing. Namun materi pertama dan selalu saya gunakan sampai sekarang adalah suatu proses menjalankan aplikasi dan proses jalannya secara client dan server side, hal utama yang menurut saya perlu dipelajari adalah  Synchronus dan Asynchronus. Materi ini menurut saya sangat diperlukan untuk dasar pemrograman (walaupun saat kuliah tidak pernah ada :3). Walaupun secara tidak langsung hampir semua Web Developers  menggunakannya namun perlu Pengetahuan lebih dalam karena proses ini sederhana dan berdampak ke semua aspek kehidupan program Anda.

Apakah yang di maksud dengan Synchronouse?

Synchronous adalah proses jalannya program secara sequential , disini yang dimaksud sequential ada berdasarkan antrian ekseskusi program. Pada dasarnya semua Bahasa pemrograman menggunakan Asynchronouse terutama PHP.

Cotoh Synchronous di Bahasa Perograman PHP:

beri nama file synchronous.php
<?php
$now = date(‘Y-m-d’);
// antrian 1
echo $now.‘ |’;
$yesterday = date(‘Y-m-d’,strtotime(‘-1 days’));
// antrian 2
echo $yesterday.‘ |’;
$week = date(‘Y-m-d’,strtotime(‘-1 week’));
// antrian 3
echo $week.‘ |’;
?>
Hasil Eksekusi:
Hasil eksekusi file php sync
Penjelasan: Pada saat file synchronouse.php dieksekusi maka proses nya adalah membaca antrian 1 terlebih dahulu kemudian antrian 2 dan terakhir adalah antrian 3.

Apakah yang dimaksud dengan Asynchronous?

Asynchronous adalah proses jalannya program bisa dilakukan secara bersamaan tanpa harus menunggu proses antrian. Synchronous merupakan bagian dari Asynchronous (1 antrian) dimana proses akan dieksekusi secara bersamaan dan untuk hasil tergantung lama proses suatu fungsi synchronous . Asynchronouse hampir disemua Bahasa pemrograman ada namun untuk PHP masih belum ada. PHP sebagai server side hanya menyediakan synchronous namun bisanya di WEB Developers tetap digunakan namun menggunakan AJAX (Asynchronous Javascript And XML) untuk proses Asynchronouse.

Contoh Asynchronouse PHP + AJAX

Buat file HTML+CSS+AJAX dengan nama test.html

<style type=“text/css”>
  #sync
{
  width100px;
  height100px;
  backgroundred;
  -moz-border-radius50px;
  -webkit-border-radius50px;
  border-radius50px;
  float:left;
  margin:5px;
}
.one
{
  line-height100px;
  color:white;
  margin-left:30px;
  font-size:25px;
}
.two
{
  line-height100px;
  color:white;
  margin-left:30px;
  font-size:25px;
}
</style>
<div id=“sync”><span class=“one”>0</span></div>
<div id=“sync”><span class=“two”>0</span></div>
<br />
<script src=“https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/jquery/2.1.3/jquery.min.js” 
type=“text/javascript”></script>
<script type=“text/javascript”>
  $.ajax({
        url: ‘syncronous.php?1’,
        type: “GET”,
        success: function(result)
        {
          $(‘.one’).html(result);
          $(‘.one’).each(function () {
              $(this).prop(‘Counter’,0).animate({
                  Counter: $(this).text()
              }, {
                  duration: 4000,
                  easing: ‘swing’,
                  step: function (now) {
                      $(this).text(Math.ceil(now));
                  }
              });
          });
        }
      });
  $.ajax({
        url: ‘syncronous.php?2’,
        type: “GET”,
        success: function(result)
        {
          $(‘.two’).html(result);
          $(‘.two’).each(function () {
              $(this).prop(‘Counter’,0).animate({
                  Counter: $(this).text()
              }, {
                  duration: 4000,
                  easing: ‘swing’,
                  step: function (now) {
                      $(this).text(Math.ceil(now));
                  }
              });
          });
        }
      });
  
</script>
Buat file PHP dengan nama syncronous.php
<?php
if(isset($_GET[“1”])){
    
    echo json_encode(20000);
if(isset($_GET[“2”])){
    
    echo json_encode(40000);
}
?>
 Hasil Eksekusi:
Nilai terus berjalan Secara bersamaan tanpa ada Antrian
Penjelasan: Counter Nilai terus berjalan tanpa  ada antrian.
Berikut Source Code Link Gitlab apabila anda ingin mencoba: Link

Contoh Asynchronous di NODE JS

Di artikel saya sebelumnya pernah membahas chat menggunakan Socket.io dimana basic dari Realtime Chat dengan socket.IO ada Synchronous. Silahkan lihat di Artikel saya berikut : Realtime Chat dengan Html, Javascript dan Socket.io

Note: Synchronous  dan Asynchronous saling berkisambungan jadi apabila anda ingin lebih detail bisa Anda pahami lebih dalam. Kegunakan juga sesuai kebutuhan.

Semangat Belajar!!
Wassalamualaikum..

CategoriesProgramming

Native REST API Sederhana menggunakan PHP untuk Email Real Checker

Email Real Checker adalah salah satu cara untuk menghindari apakah Email pengguna Real atau tidak sebelum kita kirim menggunakan Commercial Email provider. Salah satu masalah yang muncul apabila email yang kita kirim baik secara Transactional atau Campaign adalah Tidak ter Delivered dan Bouncing, sehingga kita sebagai pengguna akan terkena dampaknya yaitu suspend.  Kali ini kita akan membahas dan praktikkan Native REST API Email Checker menggunakan PHP. 

Berikut  Pengetahuan dasar sebelum kita coding:

1.       MX Record

           MX Record merupakan salah satu tipe record untuk menyatakan kemana dan bagaimana e-mail harus diarahkan. Untuk diarahkan tentu apabila suatu DNS atau hostname ter recrd maka akan vali dan sebaliknya. Apa Bisa Pointing MX Record menggunakan IP Address? Pointing mx record harus menggunakan hostname dan tidak bisa menggunakan ip address, tapi bagaimana caranya jika mx ingin dipointing ke ip tertentu? Caranya tentu saja harus membuat hostname dengan cara membuat record dns misalnya record mail dengan type A dan di pointing ke ip tersebut. Selanjutnya hostname yang telah didapatkan di test apakah sudah resolve ke ip yang tepat dan kemudian di setting pada mx recordnya.

           2. REST API

           REST (REpresentational State Transfer) merupakan standar arsitektur komunikasi berbasis web yang sering diterapkan dalam pengembangan layanan berbasis web. Umumnya menggunakan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) sebagai protocol untuk komunikasi data. Pada arsitektur REST, REST server menyediakan resources (sumber daya/data) dan REST client mengakses dan menampilkan resource tersebut untuk penggunaan selanjutnya. Setiap resource diidentifikasi oleh URIs (Universal Resource Identifiers) atau global ID. Resource tersebut direpresentasikan dalam bentuk format teks, JSON atau XML.

 

Mari kita praktikan:

1. Buat Script dengan nama getStatusEmail.php dan simpan di directory XAMPP atau apache yg anda gunakan dan Run Apachenya. di script ada commant silahkan Anda pelajari script saya ini. :v

<?php
//Get Request untuk dari JSON rubah dahulu, disini tidak perlu api Key Dll karena takde auth
$request = (arrayjson_decode(file_get_contents(‘php://input’), TRUE);
//Function untuk Check email Domain apakah sudah terdaftar atau disebut dengan Mx Record.
function mxrecordValidate($email, $domain){
    $arr = dns_get_record($domain, DNS_MX);
    if(isset($arr[0]) && $arr[0][‘host’] == $domain && !empty($arr[0][‘target’])){
        return $arr[0][“target”];
    }
}
// Check GET Request sudah benar atau belum
if(isset($request[“resource”])){
    //Kita pecah dalam bentuk Array
    foreach($request[“resource”] as $k=>$item){
        //identifikasi Email
        $email =$request[“resource”][$k][“email”];
        //pecah domain dan email name
        $domain = substr(strrchr($email“@”),1);
        //proses apakah email Valid atau Invalid dengan menjalankan fungsi mxrecordValidate.
        if(mxrecordValidate($email$domain)){
            //check dns Record
            $data = dns_get_record($domain, DNS_MX);
            //masukan hasil ke Response
            foreach($data as $key1){
                $response[“resource”][$k][“host”]=$key1[‘host’] ;
                $response[“resource”][$k][“class”]=$key1[‘class’] ;
                $response[“resource”][$k][“ttl”]=$key1[‘ttl’] ;
                $response[“resource”][$k][“type”]=$key1[‘type’] ;
                $response[“resource”][$k][“pri”]=$key1[‘pri’] ;
                $response[“resource”][$k][“target”]=$key1[‘target’] ;
                $response[“resource”][$k][“target”]=gethostbyname($key1[‘target’]) ;
            }
            //Status untuk Valid
            $response[“resource”][$k][“email”] = $request[“resource”][$k][“email”];
            $response[“resource”][$k][“status”] = ‘Valid Email’;
        } else {
            //Status untuk Invalid
            $response[“resource”][$k][“email”] = $request[“resource”][$k][“email”];
            $response[“resource”][$k][“status”] = ‘Invalid Email’;
        }
    }
else {
    //Berikan Error untuk orang yang input sembarangan, dengan status 500 Internal Server 
Error.
    header(‘HTTP/1.1 500 Internal Server Error’);
    //Response untuk Error.
    $response[“message”] = “Error fix your Brain.”;
}

 

header(‘Content-Type: application/json’);
$json_string = json_encode($response, JSON_PRETTY_PRINT);
die($json_string);
?>

2.   Testing Setelah itu silakan menggunakan POSTMAN atau sebagai REST Client Lain yang familiar bagi Anda.

  • Pilih Method POST, input path http://localhost/Email%20Checker/getStatusEmail.php . Pakai header Content-Type => application/json.

  • Masukan Body Request atau email yang akan kita cek, jangan lupa pakai Body Request JSON.
  • Berikut Respon atau hasil dari Email Checker.

Untuk Code silakan clone Git Repository: https://gitlab.com/Sendok/php-native-rest-api-email-checker.git

NOTE: untuk Real Email Checker ini kemungkinan berhasil tidaklah Persen. Dikarenakan ini hanya akan check email Checker, untuk kemungkinan 100 Persennya masih dalam riset (selama ini masih harus PING domain dan harus ada allow dari host, apabila tidak ada allow maka akan failed berarti masih belum 100%).  Mungkin untuk Next Artikel bisa coba untuk PING Email menggunakan PHP.

Wasalamualaikum..