CategoriesAutomated testProgrammingUncategorized

Cypress vs Mocha | Settings Comparison


cynoteck.com

Halo gaes !! kali ini saya akan berbagi pengalaman ketika menggunakan Cypress dan mocha dalam tools pengujian automation test. Berdasarkan pengalaman pribadi saya saat menggunakan mocha dan cypress yang mana ketika menggunakan mocha jika kita ingin menjalankan semua file testing yang ada di dalam folder satu, maka kita perlu untuk mengubah kode default dan itu akan membutuhkan effort yang bisa berdampak pada pekerjaan. Seperti contoh struktur file dan folder dibawah ini :

struktur_file_mocha

Berbeda dengan pengalaman saya ketika menggunakan cypress, kita hanya perlu menulis kode dan kita bisa mengkategorikan file test ke dalam folder dan langsung menjalankan testnya. Dengan struktur file dan folder seperti gambar ‘struktur_file_mocha’ diatas yang sama pada cypress kita bisa langsung menjalankan test file secara default. Selain itu, kita bisa melihat perbandingan dimana pada cypress kita tidak perlu melakukan setup untuk bisa menjalankan seluruh file test. Berbeda dengan mocha jika kita ingin menjalankan seluruh file test dengan struktur file dan folder seperti di atas kita perlu merubah struktur kode default pada mocha. Berikut adalah hasil dari test:

Ini mocha :

Ini cypress :

Hasil tes dari mocha
Hasil tes dari cypress

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Cypress dan Mocha. Cypress adalah software yang digunakan untuk pengujian secara otomatis pada web dengan menggunakan platform node.js dan javascript sama halnya dengan Mocha pengujian secara otomatis pada web dengan menggunakan platform node.js dan javascript. Dalam hal ini saya akan berbagi pengalaman ketika menggunakan cypress untuk api testing.


Dalam penggunaannya cypress sangat bermanfaat untuk mempercepat waktu testing, kenapa begitu karena saat menggunakan cypress kita bisa langsung menulis kode untuk testing tanpa harus setup dan juga kita tidak perlu melakukan rerun karena cypress sudah di suport dengan hot reload . Sedangkan, ketika kita saat menggunakan mocha kita perlu waktu dan effort untuk melakukan setup dan bisa berdampak pada pekerjaan sebagai QA yang dituntut bekerja cepat. Selain itu, kita juga perlu memanggil satu-satu file yang akan kita tes meskipun kita menggunakan parallel testing.

Perbandingan antara cypress dan mocha telah dijelaskan di penjelasan sebelumnya, dibawah ini akan dijelaskan fitur yang terdapat di mocha dan cypress serta akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari cypress:

Kelebihan dari Cypress

  1. Modern tool
  2. Fast to implement and debug
  3. Fast to execute
  4. Fast to set up
  5. Fast to execute

Kekurangan Cypress :

  1. Untuk saat ini, baru support di Chrome, sementara Firefox masih beta.
  2. Hanya supports untuk JavaScript.
  3. Tidak mendukung pengetesan untuk native atau mobile di platform apapun.

Selain itu di cypress terdapat beberapa fitur yang ditawarkan sebagai berikut:

  1. Time travel
  2. Debuggability
  3. Automatic waiting

Sedangkan, di dalam mocha terdapat beberapa fitur yang juga menyediakan fitur utama yakni sebagai berikut:

  1. Browser support
  2. Simple async support, including promises
  3. Test coverage reporting

Penutup

Setelah menjelaskan cypress default terlihat bahwa cypress lebih mudah untuk melakukan setup dibandingkan kita menggunakan mocha. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa cypress tidak perlu melakukan setup untuk bisa menjalankan seluruh file test. Selain itu, cypress lebih efisien dalam waktu dibandingkan dengan mocha.

Cypress vs Mocha | What are the differences?
“Open source”, “Great documentation” and “Simple usage” are the key factors why developers consider Cypress;

whereas…stackshare.ioTest Management di Mocha Framework
Sudah banyak pembahasan instalasi dan membuat API test di Mocha Framework. Artikel ini akan membahas test management…medium.com

CategoriesProgrammingUncategorized

Pengaplikasian Bot Telegram menggunakan PHP : Absensi Sederhana

Telegram merupakan salah satu aplikasi chatting gratis dan memiliki berbagai fitur. Salah satu fitur yang disediakan yaitu Bot. Telegram Bot adalah aplikasi pihak ketiga yang dapat dikontrol menggunakan HTTPS Request ke API Bot yang telah disediakan telegram. Dokumentasi mengenai API Bot dapat dipelajari pada halaman web core telegram.

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia mulai dari awal tahun 2020 sampai sekarang membuat perubahan mekanisme diberbagai sektor. Beberapa sektor yang berdampak adalah mekanisme pendidikan dan pekerjaan. Pada sektor pendidikan yang biasanya secara offline tatap muka di sekolah (luring) menjadi interaktif berbasis online dengan memanfaatkan berbagai platform (daring) yang dilakukan dari rumah. Seperti halnya pendidikan, pada mekanisme pekerjaan pun sama yaitu yang biasanya tatap muka dan melakukan produktifitas di kantor atau yang biasa disebut WFO untuk semua karyawan menjadi produktifitas dilakukan secara interaktif online dari rumah atau WFH untuk sebagian karyawan maupun semua karyawan tergantung pada masing-masing bidang pekerjaan.

Continue reading
CategoriesAndroidProgrammingUncategorized

Membangun Aplikasi yang ramah disabilitas

Smartphone diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia, termasuk yang memiliki keterbatasan fisik. OS Android juga diciptakan untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, maka dari itu Android menyediakan fitur Accessibility secara default pada menu Pengaturan untuk membantu mereka dalam menjalankan Smartphone. fitur Accessibility tidak akan berjalan optimal jika Developer sembarangan dalam membuat aplikasi. terdapat beberapa guide agar fitur Accessibility dapat berjalan optimal dan bisa mempermudah pengguna disabilitas dalam menggunakan aplikasi kita.

Continue reading
CategoriesUI DesignUncategorizedUX Design

Jangan Buat User Berpikir

Artikel ini terinspirasi oleh buku Don’t Make Me Think karya Steve Krug. Buku ini menjelaskan bagaimana cara berpikir para UX Designer Experts dalam penjelasan yang simple dan mudah dipahami.

Buku Don’t Make Me Think Karya Steve Krug

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sangat malas. Selama evolusi perkembangan manusia hingga pada masa modern ini, manusia akan tetap dan selalu akan menjadi malas jika mereka tidak memiliki motivasi tertentu. Tengoklah orang-orang yang bersemangat, maka Anda akan menemukan motivasi utama terbesar, salah satu contohnya yaitu UANG untuk memenuhi kebutuhan utama hidup mereka (sandang, pangan, papan).

Dari sini, kita sepakati bahwa manusia sejatinya adalah pemalas. Karakter kemalasan ini menjadi suatu problem yang menjadi dasar dari semua hal yang berhubungan dengan otomatisasi. Manusia suka akan hal-hal yang memudahkan mereka dalam mengerjakan sesuatu. Salah satu bidang keilmuan yang berusaha menjawab problem ini adalah bidang Human Centered Design. Berikut adalah beberapa tips dalam mendesign sistem berdasarkan Human Centered Design agar sistem Anda memudahkan user dan pada akhirnya akan diminati oleh user:

Continue reading