CategoriesProgramming

Bikin HTTP Request lebih cepat dengan Generic Class!

Halo teman-teman! Saya menulis artikel ini untuk membantu developer iOS lain yang pada artikel lalu sempat bertanya langsung ke saya cara membuat Generic Class untuk HTTP Request 😉.

Sedikit Disclaimer❗️, Generic Class bukan hanya ditujukan untuk membuat HTTP Request / Networking saja. Tapi bisa untuk semua fungsi dengan input yang generic/umum. Silakan baca dokumentasi lebih lengkap disini.

Generics — The Swift Programming Language (Swift 5.2)

Networking sudah menjadi sesuatu yang paling sering dilakukan pada Mobile Apps, khususnya pada iOS Developement. Ya, you know right gimana Mobile Apps tanpa ada networking.

Menggunakan Generic Class ini gambaran umumnya adalah membuat box yang dapat menyimpan dan menjaga semua inputnya. Dengan batasan sesuai dengan ukuran box nya dan tidak merusak komposisi box. Bagaimana? Sedikit lebih jelas bukan.

So, Let’s see how the code works!

Untuk networking akan menggunakan Alamofire😁, untuk kalian pengguna Moya atau URLSession bisa menyesuaikan .

  • Pada dasarnya ini mirip class dengan function seperti biasa

Yang membuat berbeda adalah simbol <T>. simbol tersebut adalah simbol generic yang mengindikasikan bahwa fungsi tersebut merupakan fungsi generic.

  • Selanjutnya, tuliskan kode request seperti biasa
  • And yes! fungsi generic kita selesai! sangat mudah kan? Eits, jangan lupa untuk merubah fungsi menjadi static function agar fungsi dapat diakses tanpa pembuatan objek kelas terlebih dahulu.
  • Bagaimana cara menggunakan kelas ini? cara menggunakan nya cukup mudah

Yap! Hanya seperti itu cara menggunakan nya. Kalian tidak perlu baris kode untuk setiap kali request. Dengan menggunakan Generic Class untuk networking, dapat memangkas kode request hingga 30% . Tentunya sangat membantu untuk proses development kalian.

Tapi, jika kalian membutuhkan bantuan untuk pembuatan fungsinya. Feel free untuk menghubungi saya di @nandamochammad

That's All! See you on the next line!
CategoriesProgramming

Daftar Akun Apple Developer? Mudah!

Halo teman-teman, terimakasih telah membuka artikel ini. Well, kenapa saya menulis cara mendaftar akun Apple Developer ini karena saya baru memperbarui akun developer saya dan selain itu akun developer adalah syarat sah agar kita bisa belajar Apple Development lebih deep lagi 🔥.

Mungkin banyak yang bertanya, emang kenapa harus mendaftar akun developer? Berbeda dengan pemrograman mobile sebelah yang semua fitur developmentnya dapat diakses, Apple sangat selektif untuk aplikasi yang di publish begitu juga dengan developernya 😎. Dengan akun developer kemudahan yang paling bisa dengan mudah rasakan selain dapat mempublish di Apps Store adalah kebebasan akses di semua development support apple seperti notification, CloudKit, CoreML, ARKit, HealthKit, SiriKit, dan semua development stuff milik apple. Sehingga dalam satu environment kita cukup menggunakan produk apple saja.

Jadi, bagaimana cara mendaftar nya?

Oh iya, saya akan menuliskan cara mendaftar untuk Individual Account ya, bukan untuk company 😉 hanya membutuhkan kartu debit/kredit (untuk payment) dan kartu identitas (hanya jika diminta)

  • [SATU]: Silakan buka registration page pada halaman ini: https://developer.apple.com/enroll. Jika kamu sudah memiliki Apple ID silakan langsung Sign In seperti dibawah ini
  • [DUA]: Periksa Agreement Apple, centang kotak yang mengonfirmasi bahwa kalian telah membacanya dan klik ‘Submit‘.
  • [TIGA]: Konfirmasikan bahwa semua informasi yang kalian masukkan sudah benar (email, nama, lokasi), lalu pilih entitas. Ingat! Kita mendaftar untuk Individual Account
  • [EMPAT]: Isi semua informasi yang diminta, biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk mengisinya, jadi yang sabar ya!
  • [LIMA]: Jangan lupa untuk membaca License Agreement pada halaman paling akhir! Jika setuju, jangan lupa mencentang box kecil dibawah License Agreement nya.
  • [ENAM]: Pilih “Purchase” untuk membayar akun developer kalian.

Perlu diketahui akun ini bersifat subscription per tahun.

Sehingga jangan salah untuk harga $99 tersebut harus kalian bayar kan setiap tahun ya. Jangan khawatir ada Auto Renewal jika kalian ingin untuk otomatis pembayaran subscriptionnya.

So, that’s the steps! Cukup mudah kan?

Tapi, jika kalian membutuhkan bantuan untuk pendaftaran akun developer. Feel free untuk menghubungi saya di media sosial saya di @nandamochammad

That's All! See you on the next line!

CategoriesProgramming

Coding IOS Lebih Cepat Dari Biasanya!

Selamat datang teman – teman, artikel ini merupakan materi sharing dari event KMM Webinar yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2020. Selamat membaca 🙂

Jadi, sesuai dengan judul cara coding iOS agar lebih cepat dari biasanya adalah pastinya dengan sudah menyiapkan kode-kode yang mungkin akan dipakai. Dalam software development kita mengenal Library atau Dependency atau Third Party.

Berikut beberapa library yang bisa membantu kita mempercepat proses develoment iOS:

1. Alamofire

Alamofire ini menyiapkan banyak function yang bisa digunakan untuk mempercepat proses development teman – teman. Diantaranya seperti pada dokumentasi diatas, function yang ditawarkan meliputi:

  • URL / JSON Parameter Encoding
  •  Upload File / Data / Stream / MultipartFormData
  •  Download File using Request or Resume Data

Untuk Alamofire yang berfungsi sebagai HTTP Request, secara native Swift sudah memiliki fitur untuk HTTP Request, yaitu URLSession

2. SwiftyJSON

SwiftyJSON digunakan untuk handle JSON result dari method request. Swifty JSON dapat di implement pada variasi library ios seperti Cocoapods, Carthage, dan Swift Package Manager. Seperti pada dokumentasi, function yang bisa digunakan pada SwiftyJSON meliputi Merge JSON, Looping, dan Literal Convertibles.

Untuk SwiftyJSON yang berfungsi sebagai JSON Handling, secara native Swift sudah memiliki fitur serupa yaitu JSONSerialization, yang dapat digunakan sebagai media convert untuk JSON model tujuan.

3. SDWebImage

SDWebImage merupakan library yang dapat digunakan untuk request image secara asyncronous. Penggunaan SDWebImage lebih sering diterapkan pada request image pada link image dari hasil request. Seperti pada Carrousel, Katalog, atau List.

4. MBProgressHUD

MBProgressHUD banyak dipakai untuk menggantikan activity indicator yang sudah ada natively pada Swift. Hal itu dikarenakan MBProgressHUD memiliki banyak varian progress yang interaktif dan deskriptif, akan tetapi masih sesuai dengan Human Interface Guidelines (HIG) Apple.

5. SnapKit

SnapKit merupakan cara ringkas untuk membuat programmatically autolayout pada iOS. Keunggulan yang sangat terlihat adalah keringkasan pada baris kode yang dibutuhkan untuk membuat layout pada satu objek.

Pada Webinar lalu, juga dilakukan live coding untuk pembuatan reusable function untuk generic network request, silakan di cek pada git yang ada dibawah ini

Link Demo Project : https://github.com/NandaMocha/LibraryDemo

Tentunya masih banyak library lain yang dapat digunakan untuk mempercepat iOS Development. Seperti FBLoginSDK, Firebase, dan GoogleLoginSDK.

So, because of that, saya invite teman – teman juga untuk berbagi library yang sering dipakai dengan comment pada artikel ini nama library yang dipakai, link dokumentasi, dan tujuan implementasinya. Hopefully, artikel ini akan bermanfaat bagi developer iOS lain.

Terimakasih all 🙂