Pernahkan device kalian terasa berat atau mungkin sampai aplikasinya not responding saat menjalankan suatu method atau function dari kodingan flutter kalian ? kenapa bisa terasa berat padahal sudah dijalankan menggunakan async/await ? itu karena async/await berjalan di thread utama yang bertugas untuk memproses UI / Tampilan atau bisa disebut dengan UI Thread. jika method/function yang membutuhkan waktu lama untuk diproses dijalankan di UI Thread akan menyebabkan Not Responding. biasanya method/function yang berhubungan dengan ImageProcessing yang membutuhkan waktu lama untuk memproses. solusinya agar tidak Not Responding adalah memproses method/function tersebut di Thread lain agar tidak mengganggu UI Thread. salah satu metode Threading di Flutter adalah menggunakan Isolate.
Continue readingCategory: Programming
Berkenalan dengan Sealed Class
Perkembangan bahasa pemrograman semakin memudahkan programmer untuk membuat Aplikasi. semakin banyak metode yang membantu meningkatkan efisiensi dan makin memudahkan dalam Maintenance Aplikasi. salah satu hasil perkembangan tersebut adalah “Sealed Class”.
Sealed Class adalah class yang semua turunannya harus di definisikan di dalam class tersebut. jadi tidak boleh menurunkan class tersebut di luar dari sealed class yang dibuat.
Continue readingMengoptimalkan Pengembangan Web (Lanjutan): Mengaplikasikan Template ASP.NET + Bonus
Halo! Kembali lagi! Artikel ini adalah kelanjutan dari yang sebelumnya berjudul “Mengoptimalkan Pengembangan Web: Panduan Praktis Membuat Template ASP.NET.” Kalau kamu belum baca artikel sebelumnya, silakan klik link diatas, di sana kita akan belajar langkah pembuatan template ASP.NET supaya proses pengembangan web jadi lebih cepat dan seru! 😀
Kali ini, kita bakal bahas langkah-langkah untuk menerapkan template ASP.NET yang sudah kita buat. Salah satu cara yang bakal kita gunain adalah lewat NuGet Package, yang memudahkan kita untuk install template dengan mudah dan pake template itu buat proyek baru.
Continue readingRef dan Reactive Pada Reactivity Vue.js 3
ini adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya, buat kamu yang belum tau artikel sebelumnya yaitu Reactivity Pada Vue.js 3, pada artikel tersebut saya hanya memberikan contoh bagaimana menggunakan fungsi reactive
untuk membuat state yang reactive. Namun, Vue.js 3 juga menyediakan fitur lain yang berguna dalam pengelolaan state, yaitu ref
.
Pada artikel ini yang akan kita bahas adalah perbedaan antara ref
dan re
active dan kapan kita menggunakan salah satu dari keduanya tersebut, tentu dengan contoh kodenya, karena kedua fungsi tersebut dapat kita gunakan untuk membuat reactivity pada Vue.js.
Mengoptimalkan Pengembangan Web: Panduan Praktis Membuat Template ASP.NET
Pernahkah kamu menghadapi masalah saat harus mengkonfigurasi ulang setiap kali membuat proyek baru dalam pengembangan web? Jika iya, jangan khawatir! Di artikel ini, kita akan menemukan solusi yang praktis dan efisien untuk mengatasi masalah tersebut. Kami akan membahas cara membuat template .NET yang telah terkonfigurasi sebelumnya, sehingga kamu tidak perlu lagi repot melakukan konfigurasi awal yang sama setiap kali memulai proyek baru.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan langkah-langkah yang mudah untuk membuat template .NET yang telah disesuaikan dengan konfigurasi umum yang biasa digunakan dalam pengembangan web. Template ini dirancang dengan mengimplementasikan clean architecture, sebuah pendekatan desain yang terkenal untuk membangun aplikasi yang terstruktur dan mudah dikelola.
Continue readingReactivity pada Vue.js 3
Reactivity atau keaktifan adalah fitur penting dalam Vue.js yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan antarmuka pengguna yang dinamis dan responsif. Dalam Vue.js 3, fitur reactivity telah ditingkatkan dengan penggunaan Proxy API JavaScript yang efisien. Artikel ini akan menjelaskan konsep reactivity dalam Vue.js 3 dan memberikan contoh kode untuk memahami penggunaannya.
Continue readingBikin Domain Untuk Localhost? Begini Caranya Membuat VirtualHost
biasanya kalau kita mendevelop web tentunya kita bakal melakukan uji coba terlebih dahulu di komputer kita sendiri sebelum kita upload ke server agar bisa di akses oleh banyak orang, nah saat kita melakukan development di windows biasanya kita menggunakan software Xampp, default nya kita akan menaruh project kita pada directory C:\xampp\htdocs kemudian kita mengakses di browser pada link http://localhost/[direktori projek]
nah gimana nih kalau kita pengen mengaksesnya seperti website dengan domain pada umumnya pakai domain .com / .co.id atau domain domain lainnya? nah kita bisa membuat yang namanya VirtualHost, dan bahkan dengan menggunakan VirtualHost kita bisa membuat domain dengan custom sendiri untuk local development saya sendiri biasanya menggunakan domain .test / .local / .dev, bahkan kita bisa menyimpan project kita selain di folder C:\xampp\htdocs oke tanpa berlama lama langsung kita praktekkan saja